pemberhentian emosiku, rasaku, bahagiaku, marahku, sepiku, naik turunku... luberkanlah disini agar setiap kali aku kembali berjalan, ada jejaknya yang terekam oleh waktu dan tempat...
7.5.08
dia paksa kuburnya dibongkar
kemarin ada yang hilang
seperti perih sebentar lalu meredup
aku tak terlalu menyadarinya
lalu hari ini perih itu menyengat lagi
membuat aku tersengat sakit
nyaris tak bisa bernafas
dalam kubur di hatiku
aku berfikir dia tak pernah bangkit lagi
terpendam selamanya disana
tapi ternyata dia tak pernah rela
didiamkan dan dibekukan
dan muncul menggugat hatiku
dia paksa kuburnya dibongkar
agar dia bisa menyakitiku lagi
sekali lagi
untuk menyadarkanku
rasa kehilangan seperti ini
aku harus menikmatinya
rasa terlepas seperti ini
aku harus bisa menghampakannya
karena ketika bagiku dia semu
kubur dihatiku tetap saja bertanah basah
karena ketika bagiku dia ilusi
tiang nisannya tetap tegak menantang
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment