pengulitan!
kemarin ada yang menguliti aku habis2an.
sampe mau nangis rasanya.
aku tahu dia bukan tipe orang yang senang menganalisa dan menghakimi orang. dia jauh dari tipe itu.
tapi entah kenapa kemarin mendadak dia jadi serius dan menakutkan.
tiba2 menghantam dengan pertanyaan: "kenapa lo ga nikah2?"
aku: "........." *ga bisa jawab, ga ngerti napa obrolan belok ke arah yang ga jelas*
dan aku terdiam lama. sumpah itu juga pertanyaan yang sering bikin kepalaku kaya berkabut.
kalau aku bisa jawab, sekarang aku pasti udah punya cincin di jari.
dan kemudian mulailah sesi pengulitan sifat dan karakterku. oh God help....
dengan jelas dia membongkar semua karakterku yang menurut dia ga sesuai umur aku.
dia bilang aku cewek baik2 yang berusaha setengah mati menampilkan bahwa aku tu cewe baik2.
dengan segala usahaku aku nampilin image bahwa aku cewe yang berkelas, anggun, dan ga bisa dijangkau. dengan bahasa kasarnya, aku ingin nunjukin kalo aku ni mahal.
dengan segala usahaku, ya aku memang jadi terlihat anggun, berkelas, tipe cewe yang sangat mengikuti norma agama. tapi di sisi lainnya, aku dibilang tidak menyadari bahwa aku bukan hanya
tampil berkelas, tapi aku juga dibilang jadi terlihat sombong, susah dijangkau, ga supel, dan terlihat terlalu tua untuk umurku.
dia bilang, saat berada di tengah banyak orang, aku jadi memberi kesan kalau aku lebih tinggi dari orang yang bicara denganku, aku seperti memandang rendah orang itu
ya ampun, padahal tak pernah terlintas dalam pikiranku bahwa aku merasa lebih tinggi dari orang lain, atau bahkan menyepelekan orang lain. tak ada dalam otakku, pikiran seperti itu.
tapi harus kuakui ketika aku berada dalam lingkungan yang kurang kukenal, aku memang cenderung menarik jarak, tidak nyaman. sehingga wajar saja ada yang menyebut aku jutek.
tapi ketika aku udah mulai akrab dengan lingkungan itu, kegilaan dan kecacatmentalanku akan keluar dengan sendirinya ^_^.
nah itulah sebabnya dia menyebut aku kurang lentur. tapi...itu kan karakterku?
dia bilang lagi, aku tu flat, ga menarik, kadang terlihat membosankan...
hiks2...ini bagian yang menyakitkan,
bahkan dia membandingkan aku dengan seseorang yang aku kenal berkaraktr meledak2 dan tidak stabil. dia bilang, diluar dari ketidakstabilan emosi itu, menurutnya anak itu tetap lebih terlihat menarik dan hidup dari aku.
aku dibilang terlalu menjaga image dan berusaha menunjukkan aku dewasa. aku jadi terlihat tidak alive, membosankan dan datar. huuuuaaaaaaa......
kalo kamu tau, di otakku berputar2 kejahatan, rencana2 yang jika diketahui orang akan membuat orang lari ketakutan, kebitchan yang kadang aku sendiri harus berperang melawannya, maka kamu tidak akan bisa bilang lagi kalo aku tu anggun, sombong, berusaha nunjukin diriku lebih dari orang lain, membosankan dsb!
dia jawab, kalo bener itu ada kenapa ga terlihat?
gimana mo kutunjukin, aku takut dengan penolakan, takut dengan pandangan orang, tidak semua orang bisa menerima aku apa adanya. tapi dijawab lagi, sampai kapan aku mau menutupi kenyataan siapa diriku yang sebenarnya. sampai kapan mau pake topeng terus. lebih baik tunjukin aku yang temperamenta tapi terlihat berkarakter. daripada berusaha nunjukin aku ga gampang marah tapi dibelakang aku meledak. aku dibilang seperti makanan eropa yang hanya mengandalkan 2 macam rasa sehingga buat lidah asia aku hambar. hiaaa.....apa lagi tu?
kalau aku seperti itu terus, maka aku akan susah bersinar, aura bintangku akan tertutup terus. hihi...ada2 aja.
trus harus bagaimana?
dan dia jawab, hanya aku sendiri yang bisa menjawab pertanyaan itu.
hanya aku yang bisa memperbaiki dari dalam.
sebab dia khawatir kalo aku seperti itu terus, maka selamanya akan terlihat membosankan buat orang lain.
ah ga tau ah. terkadang tidak semua yang dibicarain orang tu bener.
terkadang aku harus memilah apa yang dimasukkan orang ke kepalaku.
apa sesuai atau tidak untuk aku.
tapi sesak juga disebut flat dan kurang bumbu.
trus... dia bilang lagi, kalo aku juga ketakutan tentang pernikahan.
kalo sebenarnya, aku pembosan dan cemas dengan kemungkinan bahwa manis2nya pernikahan
itu cuma terasa di awal2 aja. setelah itu, setelah tiba kebosanan, aku akan bertanya2 bisa ga hidup terus sampai tua dengan orang ini?
hiiaaa.....dia ga tau aja aku dah ngebet pengen nikah.
tapi dia bilang, aku terlalu tinggi menaruh harapan.
tak akan pernah ada orang yang sempurna, tak akan pernah ada prince charming.
karena aku juga ga sempurna, dan aku bukan princes charming.
kalo aku ngarepin hanya yang manis dalam pernikahan, maka aku akan cepet juga merasa bosan, gampang berfikir untuk cerai.
sebab pernikahan itu ibarat perjuangan untuk menyatukan dua kepala dengan cara fikir yang berbeda.
aku masih terlihat sangat egois dan maunya menang sendiri. hanya ingin didengarkan tapi tidak sebaliknya. yang akan cepat marah ketika apa yang terjadi beda dengan apa yang diinginkan.
seandainya aku tetap seperti itu, dengan ketidaksiapan mentalku, mungkin Tuhan juga berfikir aku masih belum pantas mendapatkan pasangan hidup.
jika aku berfikir laki2 hanya fasilitas untuk mendapatkan keturunan dengan cara yang sah maka aku harus menyetel ulang cara berfikirku.
wuaaahhh..... huaaaa...... *meraung-raung sedih*
kenapa?kenapa bisa sampai berfikir sejauh itu?padahal aku tak pernah sekalipun menyetel hati dan sifatku seperti itu. aku hanya mengikuti suara hatiku. kalau dibilang aku belum juga jujur pada diri sendiri, aku ga tau lagi harus gimana.
mungkin memang harus memilah, dan tidak menancapkan semuanya ke otak dan hatiku.
tapi aku tetap bertanya2 kenapa mendadak dia seperti itu.
No comments:
Post a Comment