pemberhentian emosiku, rasaku, bahagiaku, marahku, sepiku, naik turunku... luberkanlah disini agar setiap kali aku kembali berjalan, ada jejaknya yang terekam oleh waktu dan tempat...
14.1.09
maaf
Ibu maaf,
sekarang anakmu masih belum bisa pulang.
malu membawa sisa-sisa hati.
karena diriku telah lama tak utuh.
dimakan kota ini.
maaf jika hanya kabar yang kau dengar.
dan tangan rentamu masih belum bisa menyentuhku.
hanya bisa meraba ketidakpastian tentang wujudku.
tapi aku sungguh malu pulang.
dengan sisa-sisa jiwaku.
yang bau karena luka cabikan,
dikunyah kota ini.
Ibu, aku sungguh rindu pulang.
tapi bisakah kau menerima jika aku bukan lagi aku?
anakmu yang pergi bukanlah anakmu yang kembali.
aku malu dengan diriku.
malu dengan jiwaku malu dengan hatiku.
malu bahwa aku membiarkan kota ini mencabik,
memakan,
menelan,
dan memuntahkan aku lagi.
aku malu padamu.
aku takut pulang.
tapi aku rindu...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment