semalam ngobrol ma temanku.
curhatlah istilahnya, intinya nyampein keluhanku.
Jadi dgn wajah sedih suara lirih pose lebayy aku mengadu. Kenapa sampai umur segini aku masih sendiri? jodohku entah dimana. dicari2 sampai cape tidak terlihat juga batang hidungnya.
padahal aku sekarang mulai merasakan kesepian yang tidak bisa dicover dengan kehadiran sahabat dan keluarga.
ada yang terasa kurang dan tidak lengkap. aku rindu pendamping hidup. meminta pada Tuhan sudah, tidak bisa dihitung lagi doa yang naik untuk urusan satu ini. berusaha juga udah. minta dikenalin, mempeerluas jaringan, membuka mata dan hati seluas dan selebar2nya. tapi tetap saja yang dicari tidak terlihat juga.
kenapa ya? apa emang tidaka da jodoh yang disediakan Tuhann untuk aku?
padahal kurang berusaha apalagi aku?
dulu waktu nyokap ngedesak2 aku segera punya pasangan hidup aku nyante aja. ntar lagi, aku pengen nikmatin hidup dulu. ga pengen diribetin sama urusan itu.
abis masih merasa pengen bebas dan ga da yg ngatur2. pengen kesini kesitu ga ada yg ngelarang. pokoknya hidupku bebas aku arahin kemana aja. beda kan klo udah nikah. kayaknya untuk jalan2 sama teman lama aja bakal susah banget ngatur jadwalnya.
udah kebukti tu ma teman2ku yg dah pada merid. trus klo udah berhasil ngatur waktunya, eh tiba2 ada aja alasannya ngebatalin yg ujung2nya ketahuan klo suaminya ga ngijinin. padahal untuk ketemuan di luar udah jarang baget kejadian. belom lagi ngeliat beberapa perempuan menjadi jauh dari standar profesionalnya ketika udah merid. yg dulunya disiplin datang ngantor dan pulang tepat waktu, sekarang ada yg masuk lebih siang, dan pulangnya kadang2 minta ijin pulang lebih dulu. udah gitu ngapa2in hrus seijin suami, terikat banget deh kayanya.
tapi itu dulu. seiring waktu dan jalan pikiranku yang makin dewasa (ato krn jam biologisku yg mulai tiktok kencang ya :)), sekarang ngeliat orang merid aku pny cara pandang baru.
ternyata merid itu malah enak dan nyenengin. dan semakin sering bergaul dgn orang yg udah merid, stigma sebelumnya udah mulai luntur.
dan pada saat aku mulai merasa membutuhkan seseorang untuk disebut sebagai pasangan hidupku, ko ya jodoh yg awalnya mati2an aku hindari ga muncul2 juga ya.
sedihhh...
....................................................................................
tapi temanku yg diem dr td dengerin curhatku akhirnya bicara.
dia bilang dgn penuh keyakinanku klo tak lama lagi pasti akan ada yg datang mengetok2 pintu mau melamar kita.
aku bilang bagaimana ceritanya? tidak semudah itu.
trus dia nyambung lagi, katanya jodoh memang misteri dan cara kerja Tuhan juga lebih misterius lagi. Sesuatu yang sangat tidak terduga bisa terjadi.
Dan ketika Tuhan menjawab doa kita, bisa saja dijawab dengan cara yg biasa saja alias sederhana ato bombastis sekalian.
itulah kenapa jodoh itu disebut misteri. dia kemudian nyeritain sebuah kisah nyata yg dialamin langsung oleh bibinya kandung.
...................................................................................
Bibinya dulu juga sampai umur diatas kepala 3 belum menikah. padahal dulu, di kampung pula, umur segitu sdh dianggap tua a.k.a perawan tua.
banyak orang membicarakan dia. karena dia dianggap berbeda. teman2 perempuan seumurannya sudah menikah dan punya anak banyak.
dia malah asik sendiri dengan dunianya, dunia laki2 dan motor. benar, motor!
jaman sgitu dia udah jadi salah satu preman kampungnya. huahahahaha...
tiap hari kerjaannya maen sama tetangga kampung yg cowok dan ngebut2an dari kampung ke kampung.
tomboinya minta ampun! orang tuanya nyerah ga bisa ngehandle anak perempuannya.
mereka udah angkat tangan dan putus harapan. yakin bahwa anak perempuannya ini ga bakalan pernah bisa merid krn cowok2 lain di kampung itu udah nganggap dia sbg anak laki2. dia pun bilang ga pernah mau merid krn dia takut merid dan takut komitmen.
bayangkan, di jaman itu dia udah bisa beda sendiri, hihihihihi...
....................................................................................
satu malam, pada saat sekeluarga ingin beristirahat, tiba2 pintu rumahnya diketok2.
ibunya membuka pintu. di depan pintu terlihat dua laki2 berdiri.
lelaki pertama adalah pria separuh baya, lelaki kedua masih muda tapi terlihat dewasa.
kedua pria itu menanyakan apakah benar ini rumah *sebut saja berlian*? dan ibunya mengiyakan. dengan sopan mereka mengatakan ingin bertamu dan bertemu berlian.
ibunya mempersilah mereka masuk dan duduk. dengan perasaan ingin tahu ibunya menanyakan niat mereka bertemu berlian anaknya.
tanpa menunggu waktu, pria yang lebih tua mengutarakan maksud kedatangannya adalah untuk melamar berlian menjadi istri dari putranya, si pria yang lebih muda.
sang ibu terkejut. dalam hatinya bertanya2 bagaimana mungkin? apakah berlian dan anak anda sudah saling mengenal lebih dulu? tanya sang ibu.
si pria yang lebih muda menjawab belum. tapi dia yakin dengan pilihannya karena dia sudah banyak mendengar cerita orang tentang berlian, dan dia percaya berlian adalah perempuan yang cocok untuknya.
Ibu berlian tentu saja sangat gembira. apalagi melihat kedua pria itu terlihat berasal dari keluarga baik2. juga dari cerita mereka, mereka masih punya hubungan dengan keluarga berlian meski sudah jauh sekali dan tidak pernah bertemu.
ibu berlian berfikir kenapa tidak dicoba saja, siapa tau berliannya mau.
ada yang mau sama berlian dan berasal dari keluarga baik2 bukannya harus disyukuri?
dipanggillah berlian untuk bertemu dengan pria yang ingin melamarnya.
tapi apa daya, berlian marah dan menolak bertemu pria itu. dipaksa2pun berlian keukeuh seumekeuh ga mau bertemu. dia takut dipaksa menikah dengan pria itu. padahal orang tuanya berkata agar bertemu dan kenalan dulu. kalau tidak sesuai kan tidak harus menikah.
berjam2 pria itu menunggu tapi berlian tidak keluar juga. dia malah kabur lewat pintu belakang, naik motornya dan ngebut ke rumah temannya.
keluarga berlian pontang panting nyariin dan mendapat kabar klo berlian ada di rumah temannya di kampung sebelah.
orang tuanya langsung menyusul kesana diikuti oleh si pria yang hendak melamarnya.
samapai disana keluarganya mencoba membujuknya lagi dibantu oleh temannya yang sudah melihat langsung pria yang hendak melamar berlian.
berlian tetap ngotot ga mau ketemu dan bahkan marah pada temannya dan menyuruh temannya mengusir pria itu pergi.
sampai malam berlian tidak mau juga keluar dari kamar temannya. orang tuanya sangat malu pada keluarga teman berlian dan pada pria itu serta ayahnya.
akhirnya ketika hari semakin malam, teman berlian mengatakan kalo pria itu dan ayahnya sudah pulang.
dengan lega bercampur lapar karena dari siang belum makan, berlian mengendap2 keluar dari kamar temannya.
tapi............................................................................
di depan kamar temannya, si pria itu ternyata berdiri menunggu sambil tersenyum. teman dan keluarganya membohonginya.
dengan wajah merah menahan malu dan keki dia berkenalan juga.
dan oooo.... pria yang dia tolak2 dengan emosinyatrenyata...... adalah lelaki gagah dan ganteng berpostur tinggi besar berkulit putih bersih dengan hidung mancung dan senyum menawan.
hihihihihi...kekerasan hati berlian lumer juga.
pria yang hendak melamarnya ruapanya seorang pria dengan segudang kelebihan yang membuat dia bertekuk lutut dan menjawab iya ketika ditanya untuk kesekian kalinya, bersediakah menerima lamarannya.
dan begitulah...pernikahan yang awalnya tidak pernah direncanakan dan dihindari tejadi juga.
...................................................................................
Jadi, kata temanku, moral of d story is jangan pernah merasa ragu dan tidak yakin dengan jawaban Tuhan, karena bahkan orang yang tidak menginginkan pernikahanpun diberikan jodoh yang sesuai dengan apa yang dibutuhkannya.
apalagi kita yang meminta dengan tekun, masakan tidak akan mendapat jawaban yang sempurna. karena Tuhan bekerja dengan misterius dengan jawaban yang tidak terduga dan unpredictable.
katanya percaya saja bahwa miracle bisa terjadi kapan saja, dengan waktu dan cara yang indah, seperti apa yang dialami tantenya.
aminnn...
pemberhentian emosiku, rasaku, bahagiaku, marahku, sepiku, naik turunku... luberkanlah disini agar setiap kali aku kembali berjalan, ada jejaknya yang terekam oleh waktu dan tempat...
22.4.09
dengan waktu dan cara yang indah (unpredictable)
semalam ngobrol ma temanku.
curhatlah istilahnya, intinya nyampein keluhanku.
Jadi dgn wajah sedih suara lirih pose lebayy aku mengadu. Kenapa sampai umur segini aku masih sendiri? jodohku entah dimana. dicari2 sampai cape tidak terlihat juga batang hidungnya.
padahal aku sekarang mulai merasakan kesepian yang tidak bisa dicover dengan kehadiran sahabat dan keluarga.
ada yang terasa kurang dan tidak lengkap. aku rindu pendamping hidup. meminta pada Tuhan sudah, tidak bisa dihitung lagi doa yang naik untuk urusan satu ini. berusaha juga udah. minta dikenalin, mempeerluas jaringan, membuka mata dan hati seluas dan selebar2nya. tapi tetap saja yang dicari tidak terlihat juga.
kenapa ya? apa emang tidaka da jodoh yang disediakan Tuhann untuk aku?
padahal kurang berusaha apalagi aku?
dulu waktu nyokap ngedesak2 aku segera punya pasangan hidup aku nyante aja. ntar lagi, aku pengen nikmatin hidup dulu. ga pengen diribetin sama urusan itu.
abis masih merasa pengen bebas dan ga da yg ngatur2. pengen kesini kesitu ga ada yg ngelarang. pokoknya hidupku bebas aku arahin kemana aja. beda kan klo udah nikah. kayaknya untuk jalan2 sama teman lama aja bakal susah banget ngatur jadwalnya.
udah kebukti tu ma teman2ku yg dah pada merid. trus klo udah berhasil ngatur waktunya, eh tiba2 ada aja alasannya ngebatalin yg ujung2nya ketahuan klo suaminya ga ngijinin. padahal untuk ketemuan di luar udah jarang baget kejadian. belom lagi ngeliat beberapa perempuan menjadi jauh dari standar profesionalnya ketika udah merid. yg dulunya disiplin datang ngantor dan pulang tepat waktu, sekarang ada yg masuk lebih siang, dan pulangnya kadang2 minta ijin pulang lebih dulu. udah gitu ngapa2in hrus seijin suami, terikat banget deh kayanya.
tapi itu dulu. seiring waktu dan jalan pikiranku yang makin dewasa (ato krn jam biologisku yg mulai tiktok kencang ya :)), sekarang ngeliat orang merid aku pny cara pandang baru.
ternyata merid itu malah enak dan nyenengin. dan semakin sering bergaul dgn orang yg udah merid, stigma sebelumnya udah mulai luntur.
dan pada saat aku mulai merasa membutuhkan seseorang untuk disebut sebagai pasangan hidupku, ko ya jodoh yg awalnya mati2an aku hindari ga muncul2 juga ya.
sedihhh...
....................................................................................
tapi temanku yg diem dr td dengerin curhatku akhirnya bicara.
dia bilang dgn penuh keyakinanku klo tak lama lagi pasti akan ada yg datang mengetok2 pintu mau melamar kita.
aku bilang bagaimana ceritanya? tidak semudah itu.
trus dia nyambung lagi, katanya jodoh memang misteri dan cara kerja Tuhan juga lebih misterius lagi. Sesuatu yang sangat tidak terduga bisa terjadi.
Dan ketika Tuhan menjawab doa kita, bisa saja dijawab dengan cara yg biasa saja alias sederhana ato bombastis sekalian.
itulah kenapa jodoh itu disebut misteri. dia kemudian nyeritain sebuah kisah nyata yg dialamin langsung oleh bibinya kandung.
...................................................................................
Bibinya dulu juga sampai umur diatas kepala 3 belum menikah. padahal dulu, di kampung pula, umur segitu sdh dianggap tua a.k.a perawan tua.
banyak orang membicarakan dia. karena dia dianggap berbeda. teman2 perempuan seumurannya sudah menikah dan punya anak banyak.
dia malah asik sendiri dengan dunianya, dunia laki2 dan motor. benar, motor!
jaman sgitu dia udah jadi salah satu preman kampungnya. huahahahaha...
tiap hari kerjaannya maen sama tetangga kampung yg cowok dan ngebut2an dari kampung ke kampung.
tomboinya minta ampun! orang tuanya nyerah ga bisa ngehandle anak perempuannya.
mereka udah angkat tangan dan putus harapan. yakin bahwa anak perempuannya ini ga bakalan pernah bisa merid krn cowok2 lain di kampung itu udah nganggap dia sbg anak laki2. dia pun bilang ga pernah mau merid krn dia takut merid dan takut komitmen.
bayangkan, di jaman itu dia udah bisa beda sendiri, hihihihihi...
....................................................................................
satu malam, pada saat sekeluarga ingin beristirahat, tiba2 pintu rumahnya diketok2.
ibunya membuka pintu. di depan pintu terlihat dua laki2 berdiri.
lelaki pertama adalah pria separuh baya, lelaki kedua masih muda tapi terlihat dewasa.
kedua pria itu menanyakan apakah benar ini rumah *sebut saja berlian*? dan ibunya mengiyakan. dengan sopan mereka mengatakan ingin bertamu dan bertemu berlian.
ibunya mempersilah mereka masuk dan duduk. dengan perasaan ingin tahu ibunya menanyakan niat mereka bertemu berlian anaknya.
tanpa menunggu waktu, pria yang lebih tua mengutarakan maksud kedatangannya adalah untuk melamar berlian menjadi istri dari putranya, si pria yang lebih muda.
sang ibu terkejut. dalam hatinya bertanya2 bagaimana mungkin? apakah berlian dan anak anda sudah saling mengenal lebih dulu? tanya sang ibu.
si pria yang lebih muda menjawab belum. tapi dia yakin dengan pilihannya karena dia sudah banyak mendengar cerita orang tentang berlian, dan dia percaya berlian adalah perempuan yang cocok untuknya.
Ibu berlian tentu saja sangat gembira. apalagi melihat kedua pria itu terlihat berasal dari keluarga baik2. juga dari cerita mereka, mereka masih punya hubungan dengan keluarga berlian meski sudah jauh sekali dan tidak pernah bertemu.
ibu berlian berfikir kenapa tidak dicoba saja, siapa tau berliannya mau.
ada yang mau sama berlian dan berasal dari keluarga baik2 bukannya harus disyukuri?
dipanggillah berlian untuk bertemu dengan pria yang ingin melamarnya.
tapi apa daya, berlian marah dan menolak bertemu pria itu. dipaksa2pun berlian keukeuh seumekeuh ga mau bertemu. dia takut dipaksa menikah dengan pria itu. padahal orang tuanya berkata agar bertemu dan kenalan dulu. kalau tidak sesuai kan tidak harus menikah.
berjam2 pria itu menunggu tapi berlian tidak keluar juga. dia malah kabur lewat pintu belakang, naik motornya dan ngebut ke rumah temannya.
keluarga berlian pontang panting nyariin dan mendapat kabar klo berlian ada di rumah temannya di kampung sebelah.
orang tuanya langsung menyusul kesana diikuti oleh si pria yang hendak melamarnya.
samapai disana keluarganya mencoba membujuknya lagi dibantu oleh temannya yang sudah melihat langsung pria yang hendak melamar berlian.
berlian tetap ngotot ga mau ketemu dan bahkan marah pada temannya dan menyuruh temannya mengusir pria itu pergi.
sampai malam berlian tidak mau juga keluar dari kamar temannya. orang tuanya sangat malu pada keluarga teman berlian dan pada pria itu serta ayahnya.
akhirnya ketika hari semakin malam, teman berlian mengatakan kalo pria itu dan ayahnya sudah pulang.
dengan lega bercampur lapar karena dari siang belum makan, berlian mengendap2 keluar dari kamar temannya.
tapi............................................................................
di depan kamar temannya, si pria itu ternyata berdiri menunggu sambil tersenyum. teman dan keluarganya membohonginya.
dengan wajah merah menahan malu dan keki dia berkenalan juga.
dan oooo.... pria yang dia tolak2 dengan emosinyatrenyata...... adalah lelaki gagah dan ganteng berpostur tinggi besar berkulit putih bersih dengan hidung mancung dan senyum menawan.
hihihihihi...kekerasan hati berlian lumer juga.
pria yang hendak melamarnya ruapanya seorang pria dengan segudang kelebihan yang membuat dia bertekuk lutut dan menjawab iya ketika ditanya untuk kesekian kalinya, bersediakah menerima lamarannya.
dan begitulah...pernikahan yang awalnya tidak pernah direncanakan dan dihindari tejadi juga.
...................................................................................
Jadi, kata temanku, moral of d story is jangan pernah merasa ragu dan tidak yakin dengan jawaban Tuhan, karena bahkan orang yang tidak menginginkan pernikahanpun diberikan jodoh yang sesuai dengan apa yang dibutuhkannya.
apalagi kita yang meminta dengan tekun, masakan tidak akan mendapat jawaban yang sempurna. karena Tuhan bekerja dengan misterius dengan jawaban yang tidak terduga dan unpredictable.
katanya percaya saja bahwa miracle bisa terjadi kapan saja, dengan waktu dan cara yang indah, seperti apa yang dialami tantenya.
aminnn...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment