pemberhentian emosiku, rasaku, bahagiaku, marahku, sepiku, naik turunku... luberkanlah disini agar setiap kali aku kembali berjalan, ada jejaknya yang terekam oleh waktu dan tempat...
4.5.09
untuk pertama kalinya
Untuk pertama kali setelah setahun lebih,
aku bisa mengulang ingatan tentang dia tanpa rasa sakit.
kemarin entah kenapa melintas sejenak wajah itu.
aku menunggu datangnya rasa sakit yang biasa muncul
juga ketika ingatan itu datang. aku tunggu dengan menarik nafas panjang, salah satu resep untuk menetralisir rasa sakit. tapi setelah menunggu lama, rasa sakit itu tidak muncul juga.
hanya ada rasa kosong di dada, ketika bayangan wajah dan kilasan kejadian seliweran dalam kepala.
huff....inilah untuk pertama kalinya aku ingat dia tanpa rasa sakit. untuk pertama kalinya rekaman wajahnya dapat kuputar ulang tanpa menimbulkan nyeri.
yang ada cuma kosong dan hampa. seakan wajah itu dan kejadian-kejadian itu tidak pernah ada dan tidak pernah terjadi dalam fase kehidupanku dulu.
ternyata benar, waktu telah menyembuhkan rasa sakitku.
pelan dan lewat proses yang lama, aku yang semula berfikir tidak akan sembuh...disembuhkan waktu...
sekarang aku bisa mengingat kembali, sambil terkadang meringis geli atau tertawa terbahak. semua kekonyolan yang pernah kulakukan bersamanya, wajah anehnya ketika aku berhasil mengusilinya, obrolan aneh dan tidak penting berjam-jam kami di telpon, sms2 caring-tender-love yg penuh bunga2 kata, pertengkaran2 penuh emosi kami, momen2 sedih dan bahagia bersamanya, dan...perpisahan yang bersamaan dengan menghilangnya dia dari kehidupanku untuk selamanya...
semuanya itu bisa kuingat kembali dengan perasaan bebas, layaknya orang yg sedang menonton film. obyektif dan tanpa rasa.
aku baru menyadari seharusnya aku bersyukur...seiring waktu yg menyembuhkan...kami memang bukan pasangan yang pas. terlalu banyak perbedaan yang kami paksakan harus sama, kunci hati yang lekuknya dikira sesuai dengan pintunya, yang ada salah satu dari kami menjadi patah dan luka.
air mata yang dulu jatuh seperti air hujan sekarang terlihat seperti lelucon getir, dark comedy.
aku juga berterimakasih padanya, dengan dia aku belajar dan bertoleransi dan mengalahkan ego. dulu aku berdoa agar pasangannya tetap aku, memaksa Tuhan agar kami bertemu kembali, bersatu kemabli.
tapi sekarang aku berdoa agar dia bertemu dengan pintu hatinya dimana dialah kunci yang tepat. agar seseorang yang bersamanya adalah yang memang dikirimkan Tuhan untuknya.
Thaks God, untuk pertama kalinya aku merasa lega...
(for u... D)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment