oh Tuhan,
cinta itu sakit.
sesakit tidak dapat mencintainya dengan utuh.
melihat dan berkata,
(suara dan akting palsu),
aku bahagia melihat dia bahagia, tidak perduli siapapun yang ada di sisinya dan yang membuatnya bahagia.
oh Tuhan,
cinta itu nyeri.
seperti tusukan ribuan jarum.
tapi nyeri itu juga nikmat yang membuatku bertahan didalamnya.
tapi akhirnya,
oh Tuhan,
cinta itu nikmat,
senikmat mimpi dan bayangan yang kuciptakan dalam otak penuh fantasi ini.
No comments:
Post a Comment